Sebuah kata yang tanpa ku duga menghasilkan cerita. KOMPREHENSIF. Ujian dimana kita, mahasiswa tingkat akhir, dituntut menguasai semua mata kuliah yang sudah pernah diterima dari semester 1 samoe semester 7, wuiiiwww super..
Dengan 2 bagian berbeda yang bernama Ujian Profesi a.k.a kejurusan dan AIK (Al-Islam & Kemuhammadiyahan). Kami dituntut untuk dapat menjawab setidaknya hampir, untuk tidak mengatakan semua, dari seluruh pertanyaan2 dari dosen penguji yang berbeda-beda.
Demi datangnya hari itu, saya dan beberapa temen2 yang juga udah kehilangan memory materi2 dari semester 1-7 berusaha mengingat2 kembali apa2 saja yang telah diajarkan yang mungkin keluar sebagai pertanyaan di ujian kompre (begitu kami menyebutnya) nanti.
Hampir 1 bulan, saya dan beberapa teman sekelas saya mengadakan pertemuan illegal setiap 3 x dalam seminggu (Selasa, Kamis dan Sabtu) namun pada minggu terakhir mendekati detik2 ujian kompre menjelang, hari pertemuan berganti menjadi Senin, Selasa dan Rabu. hari kamis untuk istirahat dan Jum’at (5 April 2013) sebagian dari kami sudah sampai waktunya.
Dalam pertemuan illegal yang kami selenggarakan itu, kami mengulang materi2 yang menjadi kisi-kisi dalam ujian kompre tersebut. Mulai dari Dasar2 Ekonomi, Ekonomi Mikro, Makro, Perbankan Syariah, sampe ke materi Munakahat (tentang pernikahan), Kemuhammadiyahan (Berhubung kampus kami adalah salah satu PTM a.k.a Perguruan Tinggi Muhammadiyah), Qira’ah, Tajwid, sampe hafalan Sholat Jenazah. Super duper…
Pertemuan illegal yang sudah hampir 1 bulan berjalan ternyata belum cukup bagi kami untuk “puas” belajar. Maka pada rabu malam (3 April 2013) dengan tanpa kesengajaan, saya yang niatnya lagi refreshing surfing di dunia maya tepatnya di twitter, iseng ngajakin belajar via twitter, maksudnya biar sambil nyantai, kalo bahasa wadek saya waktu pengarahan, Enjoyed fun !
Maka bermula lah dari beberapa pertanyaan seputar kompre yang saya ajukan ke hanya beberapa temen saya di twitter itu yang ternyata dapet respon yang baik, bukan hanya dari mereka yang saya mention tapi juga yang gak sempet ke mention. Akhirnya, masing2 temen saya mulai ngetwit materi2 kompre, ditambah lagi dengan usulan penggunaan hashtag (#) untuk mempermudah melacak asil twitan tantang kompre, maka setiap twit kami yang berhubungan dengan materi kompre kami beri #kompre diakhir tulisannya.
Dari situ, tanpa disangka2, makin banyak follower yang ikut andil, bukan hanya dari angkatan kami, tapi juga dari adik2 angkatan kami, kakak angkatan kami yang sudah lulus juga dari dosen kami Ibu Dwi Nur’aini Ihsan (@dewihsan). Khusus untuk saya pribadi ternyata juga mendapat tanggapan dari temen SMA saya, senengnyaaa…
Semalaman itu TL follower kami mungkin penuh dengan materi2 kompre yang kami posting, sampe gak jarang adik2 angkatan kami mengkomentari penuhnya TL mereka dengan twitan #kompre hehehe..
Setelah semalam suntuk kami belajar via twitter, esok paginya ternyata masih belum usai perjuangan kami di twitter. Makin banyak juga follwer yang ikutan nimbrung diskusi via twitter, yang seru adalah karna dari kami masing2 punya passion untuk ngeshare materi2 yang barmanfaat buat temen2 yang lain. Dan yang paling so sweet itu, saat saya ngetwit tentang tajwid, tapi sarana yang saya gunakan gak bisa ngetik huruf arab :( dan salah satu teman saya, @malamacilmala bantu nyempurnain dengan posting huruf2 arabnya, so sweet. Thanks a lot :*
Saat hari H tanggal 5 April 2013, saya yang kebagian jadwal ujian duluan merasa begitu berharganya usaha temen2 saya selama menjelang kompre ini. Rasanya seperti ketika kami semua dihadapkan pada sebuah papan baliho yang rubuh dan kami dituntut untuk mendirikannya dengan tangan kosong. Dari semua keterbatasan kami masing2, kami saling bahu membahu tolong menolong, menyempurnakan kekurangan teman2 kami sehingga pada akhirnya papan baliho itu bisa berdiri tegak.
Subhanallah..
Legaaaaa banget rasanyaaa…
Makasih banyak buat temen2 seperjuangan #kompre. Jujur, saya pribadi baru kali ini merasakan kami ada bersama 1 angkatan untuk kebersamaan ;’)
Thanks to
Mia Rahmasari (@miaamilan)
Herawati Sulistianingrum (@SulistiaHera)
Lilis Lisnawati Fazrin (@LisLisnaFumi46)
Musyarofah (@Musyarrofah8)
Indri Guslinar (@indrieffendi)
Nur Hayati Nushur
Laili Kamelia
Pischa Febrina (@PschaFebrina)
Salsabila (@BellaMoyan)
Alizah (@alizahijonk)
Yani Nurhayati (@yanialkhansa)
Muti Larasati (@Tazkyakei)
Reyi Pertiwi (@Reyipertiwi)
Kurnia Rahayu Ardika (@KurniaRahayuArd)
Nurmala (@malamacilmala)
Risky Cipta Ningtyas (@tyasvivanigaky)
dan teman2 saya yang lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu disini. Terima kasih atas semua kontribusinya. Sukses buat kita semua :D :D :D